Tampilkan postingan dengan label Ohh sYeRammm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ohh sYeRammm. Tampilkan semua postingan

BERANI COBA NAIK LIFT INI???


Kalian berada dalam ruangan sempit bersamaan dengan beberapa orang lain, dan kira-kira selama semenit anda akan berada di ruangan tersebut bersama sama dengan orang lain. Ruangan apa kira-kira? Jreeng jreeeng! Lift! Benar sekali! Selama berada di dalam lift, kita sering harus dihadapkan dengan situasi yang terasa aneh dan kurang gimana gitu… Nah.. mungkin dengan lift yang seperti ini, rasa aneh tadi akan berkurang dan digantikan dengan rasa takjub…



1. Elevator Skydive

Nggak cuman orang yang takut ketinggian deh, kayaknya semua orang bakal ketakutan kalo naik lift yang satu ini. Seolah-olah kita hanya berpijak pada lapisan kaca dimana kita bisa melihat gedung-gedung atau pemandangan di bawah kita! Sereeemmm! Tapi, untungnya ini bukan lift kapsul dengan lantai kaca. Cuman sekedar tempelan saja, kok.



Ternyata lift seperti ini adalah ide kreatif dari sekolah skydiving Swiss, dengan kata lain, ini adalah teaser... Wah, gimana rasanya kalo lompat dari pesawat terbang ya? Fiuh, serem!

2. Floor Illusion

Berani masuk ke lift kaya gini? keliatan tanpa ada lantai! Apalagi ada tanda yang menyatakan bahwa lift ini sedang dalam perbaikan? Jika anda cukup nekat, maka baru deh ketauan, kalo ternyata hal ini semua tidak ada apa-apa, hanya tipuan aja kok! Tapi, tetap saja serem ya?



3. Wake Up!

Lift yang satu ini didesain oleh Ogilvy Beijing of China untuk pembuat kopi Maxwell House dan memberikan “suntikan Adrenaline” – yang dirasakan begitu pintu lift terbuka. Orang yang mengantuk akan segera terbuka matanya karena efek yang mengerikan seperti ini. Efek seperti ini adalah efek yang dirasakan pada saat kita minum kopi.



4. Lift Oreo

Sementara ini slogan Oreo yang terkenal di dunia adalah “Cookie Favorit para susu” dan iklan yang satu ini benar-benar menggambarkan bagaimana stiker Oreo (yang ditempelkan ke badan gerbong lift) secara perlahan turun ke stiker segelas susu (yang ditempelkan di luar lift), tentunya akan menerbitkan keinginan para pecinta cookies untuk segera membeli sebungkus Oreo.



Wah, ke-empat lift tersebut memang lain dari yang lain! Di Indonesia belum ada nih lift yang unik dan aneh kaya lift-lift di atas... Ayo jangan mau kalah Indonesia!
 

Bocah Ini Telan Gunting Nyangkut di Tenggorokan



Hati-hati menaruh benda tajam dan barang berbahaya agar aman dari jangkauan anak. Seperti yang dialami Curtis Francis (12) yang menelan gunting hingga menyangkut di tenggorokannya.

Curtis bocah tunanetra itu mengambil gunting di atas rak yang ditaruh oleh Karon Edwards (50) ibunya. Saat ibunya berada di dapur, Curtis meraih gunting itu dan ditelannya.

Awalnya, Karon Edwards mengira Curtis hanya menelan tutup bolpen. Tapi begitu mengetahui anaknya batuk mengeluarkan darah langsung membuatnya panik dan membawa ke dokter.

Ajaibnya, dokter mampu mengambil gunting itu dengan peralatan sederhana dan berhasil menyelamatkan Curtis tanpa luka serius.

"Dia tidak peka terhadap benda berbahaya dan suka memasukkan apa saja ke mulutnya," kata Karon Edwards, warga Bristol, Inggris Barat Daya.

Ikan makan plankton itu biasa, namun ikan yang satu ini makan buaya !



Ikan makan plankton itu adalah hal yang biasa, namun ikan yang satu ini makan buaya ! :-O Ngeri ya ??

Ikan pemangsa buaya itu berukuran besar. Giginya super tajam, jumlahnya ada 32. Panjang badannya 1,5 meter, beratnya sekitar 45 kilogram.

Ikan ini ditemukan oleh Jeremy Wade, pembawa acara River Monsters show yang juga seorang pemancing asal Inggris. Dia melakukan ekspedisi ke sungai di Kongo, Afrika.

Mereka yang bertahan hidup setelah di eksekusi MATI


Biasanya kalau seseorang di vonis mati, maka umur dari si tersangka dapat dikatakan sudah berada di tangan para eksekutor. Namun, ada beberapa orang yang berhasil survive dari proses pencabutan nyawa yang dilegalkan oleh hukum tersebut. Cara mereka bisa survive tersebut juga bermacam-macam.



Anne Green

Dieksekusi mati dengan cara digantung ketika berumur 22 tahun. Pada masa itu, hukuman gantung dilaksanakan dengan cara si napi disuruh naik tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya.

Setelah tergantung slama 1/2 jam, tubuh anne diturunkan dan diberikan pada pihak universitas sebagai bahan kuliah anatomi. Namun, setelah di kampus, peti dibuka dan dokter mendengar suara bernapas dari tenggorokannya.

Mereka segera memberinya minum. Dua belas jam setelah eksekusi, Anne sudah bisa bicara beberapa kata. Beberapa tahun kemudian Anne akhirnya menikah dan punya 3 orang anak, serta dapat hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi yang membuatnya terkenal itu.

Setelah kasus ini, terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya, shingga dapat mati secara cepat.




John Henry George Lee

John merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, Miss Emma ditemukan tewas dengan leher yang tersayat pisau dan rumahnya terbakar. John kemudian dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung. Menurut jadwal, John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.

Ketika sudah hari-H, John dibawa keluar dari selnya untuk menuju tempat eksekusi. Namun, trap door (pintu penyekat antar zona penjara) macet. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi tiga kali.

Di tengah kebingungan pihak penjara dan eksekutor, John dikembalikan ke sel nya. Dan beberapa hari kemudian, hukumannya diubah menjadi kurungan seumur hidup.



William Duell

Ketika berusia 16 tahun, William divonis mati dengan cara digantung. Akibat tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis di Village of Tyburn, London.

Sama seperti bu Anne, jasad dari William rencananya akan dimanfaatkan di kuliah medical training, sesuai dengan prosedur regular pada waktu itu. Setelah dinyatakan mati, jasadnya dibawa ke universitas.

Kemudian setelah pakaian nya dilucuti dan diletakkan di atas papan, ada seorang petugas lab yg menyadari bahwa jasad william bernapas. Makin lama, william bernapas makin cepat. Dan dalam 2 jam, ia sudah bisa duduk. Malam itu juga, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan hukumannya menjadi hukuman kurungan.




Joseph Samuel

Joseph divonis mati dengan cara digantung setelah dituduh melakukan perampokkan rumah seorang wanita kaya dan polisi yang menjaga rumah tersebut ikut terbunuh.

Joseph memang mengakui perampokkan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Joseph merampok rumah tersebut bersama gengnya. Si kepala geng dilepaskan karena kurangnya barang bukti.

Pada 1803, Joseph dibawa bersama napi lain ke Parramatta, di mana sudah ada ratusan orang yang datang untuk melihat eksekusi ini. Setelah berdoa, Joseph naik ke atas gerobak dan di lehernya dikalungkan tali. Setelah siap, gerobak tersebut ditarik.

Bukannya menggantung tubuh Joseph, tali tersebut malah putus. Algojo coba lagi, tetapi kali ini tali tersebut selip dan kaki Joseph menyentuh tanah. Di tengah kegaduhan penonton, algojo coba lagi untuk ketiga kali. Tali tersebut kembali putus.

Kali ini petugas di lokasi mengabarkan gubernur tentang peristiwa ini. Setelah mengetahuinya, gubernur mengubah hukuman Joseph menjadi kurungan seumur hidup. Gubernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan, bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut.





Wenseslao Moguel

Moguel divonis mati dengan cara ditembak oleh regu tembak kepolisian. Ia ditembak 9 kali, termasuk 1 peluru terakhir yang ditembakkan ke kepalanya oleh komandan regu dalam jarak dekat untuk memastikan kematiannya.

Entah bagaimana, Moguel bisa bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri. Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut.

Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley's Believe It or Not. Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat.



Misteri Mayat "Mr X" di Rumah Mbah Maridjan


VIVAnews -- Korban letusan Gunung Merapi terus bertambah. Sampai hari ini sudah 30 jenazah yang dikirim ke bagian forensik RS Sardjoto Yogyakarta.

Ada jenazah Mbah Maridjan dengan posisi sujud, juga ada rekan kami,  editor VIVAnews.com, Yuniawan Wahyu Nugroho -- yang akrab kami panggil 'Mas Wawan'.
Namun, tak semua jenazah sudah teridentifikasi. Ada beberapa jenazah tanpa identitas yang disebut 'Mr X'.

Soal 'Mr X' jadi menarik ketika kerabat Mbah Maridjan, Agus Winaryo bertanya pada VIVAnews, siapa lelaki tinggi dan ganteng yang saat itu terlihat  bersama Mas Wawan di rumah Mbah Maridjan.



"Dia itu diduga Mr X yang juga meninggal," kata Agus Kamis pagi.

Dikonfirmasi, Asih, putra Mbah Maridjan menceritakan, pada Selasa 26 Oktober 2010 -- hari kejadian-- tepatnya sebelum Maghrib, ada seorang pria bertamu.

Dia mengaku sebagai wartawan sebuah harian. "Ciri-ciri fisik, tinggi, rambut panjang, ganteng," kata Asih ditemui di RS Sardjito, Yogyakarta, Kamis pagi.

Asih mengaku tak tahu apakah pria itu ingin mewawancara Mbah Maridjan atau sudah wawancara.

"Dia datang sendirian, tapi saat itu ada banyak orang di rumah," kata Asih. Orang itu belum diketahui nasibnya.

Berdasarkan kronologi, fase erupsi Merapi Selasa lalu dimulai pukul 17.02 Waktu Indonesia Barat.

Saat sirine peringatan mengaung di kampung Mbah Maridjan, Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, sejumlah wartawan yang berada di rumah kuncen itu berhasi dievakuasi.

Sahabat kami, Mas Wawan menjadi korban karena ia dan petugas PMI, Tutur Prajitno memutuskan kembali lagi untuk menjemput Mbah Maridjan dan orang lain yang masih ada di Kinahrejo.

Diberdayakan oleh Blogger.